Headlines News :
Home » » Film Kontroversi "Innocence of Muslims” Seni atau Provokasi ?

Film Kontroversi "Innocence of Muslims” Seni atau Provokasi ?

Written By Mas Wanto on 26 September 2012 | Rabu, September 26, 2012



FILM "Innocent of Muslims" menghebohkan dunia. Begitu film itu beredar di Youtube, langsung menuai kontroversi.

Film berdurasi 13 menit 50 detik itu dinilai umat Muslim menghina Nabi Muhammad. Sebab, dalam film itu Nabi Muhammad diceritakan jauh dari sosok kenabian yang sangat mulia baik perilaku maupun akhlaknya. Sang sutradara pada awalnya mengaku bernama Sam Bacile, namun setelah diselidiki dia adalah Nakoula Basseley dan telah menyerahkan diri ke polisi federal Amerika Serikat.
Film Innocence of Muslims dibuat oleh seorang Yahudi Israel bernama Sam Bassele. Dalam berita yang dirilis Republika, menyebutkan bahwa Sam Bassele juga mengaku sengaja membuat film yang isinya dinilai menistakan Nabi Muhammad untuk membela tanah leluhurnya.
Sam Bacile juga mengklaim film tersebut dibuat untuk menyebar kelemahan Islam keseluruh dunia. Sam Bacile juga berkata bahwa keberadaan film tersebut merupakan refleksi atas kebenciannya terhadap Islam.
Beredarnya film Innocence of Muslims saat ini telah terjadi demo serta kontro versi buat warga negara islam, terutama di kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Kairo, Mesir. Keamanan di kedutaan Amerika Serikat tersebut harus diperketat menyusul aksi demo yang terjadi semakin membesar. Demonstran juga menyerang kantor kedubes dan merobek bendara Amerika Serikat.
Komentar Yahudi dan Vatikan 
Film Innocence of Muslims yang telah menimbulkan gejolak di berbagai negara membuat pihak Yahudi dan Vatikan juga turut angkat bicara. Dari pihak Yahudi sendiri yang sudah menyampaikan tanggapan adalah Michael Melchior, Rabi Ortodoks yang juga sebagai mantan Wamenlu Israel menyebutkan turut mengutuk film yang menyinggung Islam, dan memicu unjukrasa mematikan di Libya dan Mesir tersebut.
"Meskipun kebebasan mengungkapkan pendapat dan hak menggunakan sindiran adalah prinsip kudus demokrasi, kebebasan itu tak boleh digunakan sebagai alasan menyiarkan sampah dan lendir". Ujar Michael Melchior seperti yang dikutip dari Yahoo News.
Selain itu Federico Lombardi,  Juru Bicara Vatikan juga menyampaikan hal yang senada. Vatikan mengutuk hasutan kebencian terhadap Muslim ini, termasuk kekerasan ikutannya setelah serangan mematikan atas Dubes AS di konsulat AS di Libya akibat film menyinggung Islam.
"Dampak berbahaya pelanggaran dan hasutan terhadap kepekaan umat Islam sekali lagi jelas. Tanggapan akibatnya, kadang kadang dengan hasil menyedihkan, pada gilirannya memelihara ketegangan dan kebencian serta melepaskan kekerasan. Menghormati keyakinan, naskah, angka dan lambang berbagai agama adalah prasyarat penting bagi kehidupan damai masyarakat" ujarnya.
Komentar Pemerintah Amerika Serikat
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton menyebut film Innocence of Muslims yang dibuat orang Israel di AS, Sam Bacile, sebagai video yang menjijikkan dan tercela.Clinton menegaskan, pemerintah AS tidak ada hubungannya dengan film yang dimaksud, merupakan pelecehan terhadap agama Islam dengan menggambarkan Nabi Muhammad SAW sebagai sosok yang sangat negatif. "Film itu adalah upaya sinisme untuk menyerang orang lain atas keyakinan relijiusnya.
Bagi kami, khususnya bagi saya secara personal, video ini benar-benar menjijikkan dan sangat tercela. Nampaknya memang sengaja memiliki tujuan menghina, untuk merendahkan sebuah agama yang besar dan memprovokasi kemarahan," kata Clinton, Kamis (13/9).
"Pemerintah AS sama sekali tidak ada kaitannya dengan video ini. Kami secara tegas menolak isi dan pesan video ini," imbuhnya. Meski demikian, Clinton menyatakan semestinya film tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran untuk merusak fasilitas dan menyerang diplomat AS. Sejauh ini, Clinton masih bungkam atas tuntutan para pengunjuk rasa untuk menghukum para pembuat film itu.
Siapakah Nakoula?

Dia adalah Nakoula merupakan pria berusia 55 tahun berkewarganegaraan Amerika Serikat, keturunan Mesir. Dia menganut agama Kristen Koptik. Secara terang-terangan dia sangat membenci Islam. Bahkan, dia menganalogikan agama Islam bak sebuah penyakit kanker dalam peradaban. Nakoula, kerap bermasalah dengan hukum sejak 1997.

Entah motif apa yang melatarbelakangi Nakoula membuat film tersebut, namun yang jelas telah berimbas sangat luas. Telah terjadi gelombang aksi unjuk rasa di seluruh dunia khususnya di negara yang mayoritas menganut agama Islam, termasuk di Indonesia.

Solidaritas pun juga ditunjukan melalui gerakan mengubah profil picture pada smart phone menjadi tulisan "I Protest! Againts Disrespect of Our Beloved Prophet". Setidaknya tercatat 17 orang tewas sejak unjuk rasa pertama kali berlangsung pada pekan lalu. Bahkan, Duta Besar Libya Christopher Stevens dan tiga pejabat Amerika Serikat di Libya tewas diserang pengunjuk rasa.

Jika diperhatikan, sebenarnya ini bukan pertama kalinya Nabi Muhammad dijadikan komoditas kelompok tertentu untuk dijadikan bahan olokan. Sebelumnya juga pernah dimunculkan dalam sebuah kartun "Southpark" yang menghina Nabi Muhammad. Pelakunya adalah Comedy Central pemegang hak siar dari serial kartun tersebut. Bukan tidak mungkin, oknum yang sengaja melakukan ini justru memiliki tujuan tertentu. Bisa jadi mengadu domba, atau sengaja memancing emosi sehingga tercipta citra negatif.

Apapun motifnya, membahas penghinaan agama tidak akan ada habisnya. Sebab, agama merupakan sebuah kepercayaan yang bersifat abstrak. Dapat dipastikan seluruh umat dari berbagai agama tidak menginginkan agama atau nabinya dihina. Sejatinya, film tersebut memang perlu dikritisi. Tetapi, perlu ditanggapi dengan hati yang lapang. Dan bukan disikapi dengan radikal yang berujung pada hilangnya sejumlah nyawa.

Kini yang perlu disoroti adalah inti permasalahan yang sesungguhnya. Proses hukum harus segera dilakukan, serta adanya hukuman yang bisa memberikan efek jera. Sebab, kasus tersebut kini menjadi sorotan dunia dan akan dijadikan tolak ukur. Jika tidak, bukan tidak mungkin akan ada episode baru penghinaan agama.

Referensi : Berbagai Sumber.
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Mas Wanto Template | Find The World
Copyright © 2013. Find The World - All Rights Reserved
Template Created by Creating Published by Mas Wanto
Proudly powered by Find The World